Wednesday, May 8, 2013

Progress Pembangunan

 
Januari 2013
 
September 2012
 

 

Rekening






Sekretariat



Bantuan zakat, Infak dan Shodaqoh/ jariyah dari Bpk/Ibu/Sdr/i baik berupa dana tunai ataupun bahan bangunan dapat menghubungi 

Panitia Pembangunan/ Restorasi Masjid Al-Muhajirin

Jl. Neptunus Timur I No. 54 G Komp. Margahayu Raya Barat RT. 02 RW.08
Kelurahan Sekejati Kecamatan Buahbatu Kota Bandung 
Telp. 022-7514651

atau melalui Contact Person:
Ibu Hj. Faozan (08179235648); H. Entang A.M (0811236356); 
H. Kodir (08122175808); Tata Wijaya (081394456345); Yudi (082315235133).

HIkmah Ramadhan



Oleh : H.Entang Adhy Muhtar
(Ketua DKM Al Muhajirin )

Segala puji  kita panjatkan ke Hadlirat Allah Swt., yang telah mempertemukan kembali kita memasuki  akhir bulan ramadhan . Kita merasa gembira , karena  sebentar lagi kita akan mnyambut hari raya idul fitri yang penuh  keberkahan , keagungan dan hari kemenagan karena telah sebulan lamanya  digembleng dalam kawah candradimuka  bulan  suci ramadhan. Sebagai ungkapan rasa syukur  dalam menyongsong datangnya  hari kemenangan  berjihad melawan  hawa nafsu  untuk  memperoleh  derajat taqwa dan kesician  lahir dan batin .
Sebulan lamanya kaum muslimin  dilatih pada siang hari merasakan  lapar dan dahaga , mengekang segala bentuk nafsu  yang dapat membatalkan ibadah puasa.  Begitu juga pada malam harinya , selama  sebulan  kita kaum muslimin  dianjurkan untuk memperbanyak  dan meningkatkan kualitas amal  melalui  salat tarawih berjamaah , berdzikir ,  membaca alquran , bertobat . Kesemuanya sebagai tabungan  amalan kita yang akan kita raih untuk bekal kehidupan  akhirat yang abadi  nanti.
Di sisi lain kita merasa bersedih , mengapa ?  Karena kita  harus berpisah dengan tamu agung  yang dirindukan kedatangannya yang membawa sejuta  kebahagiaan,  ditangisi saat perpisahannya, karena  bulan  ramadhan adalah sahrul  rahmat , syahrul mubarokah, syahrul qur’an dan syahrul  magfiroh  telah meninggalkan kita .
Hal ini sebagai Sabda Rasullah SAW
“Andaikata ummatku mengetahui ( tentang hikmah/rahasia)  apa yang ada pada bulan ramadhan, niscaya  mereka ber- angan-angan agar waktu sepanjang tahun  (semuanya) adalah ramadhan.”
Rangkaian ibadah shaum merupakan wujud menghambaan diri atas seruan Allah , agar  manusia kembali  kejati diri  sebagai  mahluk yang mulia. Tiada sesuatu yang bisa diperoleh kecuali berharap belas kasihan-Nya, tiada sesuatu yang bisa diperbuat kecuali atas bantuan kekuatan-Nya (La haula wala quwata illa billah). Perasaan dan penghayatan terhadap seruan  ini menumbuhkan rasa cinta dan mahabbah  dihadapan  Allah  yang umat merasa kecil dihadapan-Nya dan tak memiliki kekuatan apa-apa, dan karenanya kita  akan selalu memelihara qolbu, niat, dan hati terhindar dari hal-hal yang dapat  mengotori  hati kita  dalam menerima  cahaya dan kebernaran dari Allah SWT.
                Ibadah shaum merupakan wahana untuk  melatih dan membersihkan jiwa dan raga dari  dorongan nafsu  hewaniah yang mendatangakan dosa dan noda , bersujud mohon amapuan Nya Permohonan ampunan tidak hanya untuk diri sendiri melainkan untuk kedua orang tua, keluarga, dan kaum muslimin muslimat baik yang masih ada maupun yang telah tiada (meninggalkan dunia yang fana ini.. Untuk itu, pikiran, perasaan, hati, dan tenaga hanya dipusatkan kepada satu tujuan untuk memperoleh ampunan Allah Maha Penyayang.
Sebagaimana Allah  ingatkan dalam firmannya Surat  Thaha 83
  Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat, beriman,  beramal shaleh, kemudian tetap di jalan  yang benar ”
                Pesan moral apakah yang dapat kita tarik dari hikmah bulan ramadhan. ? Pesan itu adalah kita mesti merenung kembali   akan hakekat arti kehidupan kita sebagai manusia  yang membawa  amanah sebagai  khalifatullah (  wakil Allah ) dan hamba Allah yang hanya  bertujuan memurnikan ibadah kepada-Nya, dengan jalan  jihad fi sabillah , menyayangi kepada sesama , dan memperoleh  derajat taqwa untuk menggapai ridlo dan  pahala dari Allkah azza wa zalla.
Ibadah shaum  yang disertai dengan berbagai amalan lainnya  usai  sudah kita tunaikan sebulan penuh lamanya.. Namun demikian apakah kita termasuk yang berhasil  memperoleh hikmah dari bulan ramadha atau tidak , hal ini sangat tergantung pada bagaimana kita dapat melanjutkan  ibadah pada bulan ramadhan , kemudian kita amalkan kembali pada bulan berikutnya untuk terus memperbaharui  keimanan kita.    Merayakan iedul  fitri  bukan hanya  serba  baru  pada  unsur  lahiriah dengan pakaian atau baju baru ,  kendaraan  baru ,  tetapi hakekatnya  adalah baru  dalam  semangat ibadah,  baru dalam perilaku  laku yang lebih baik  dalam  kehidupan keluarga maupun amasyarakat sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW   dan para sahabatnya.. Manakala benar  ibadah ramadhan kita , maka  akan terlihat dalam   aura  pribadinya,  ada cahaya di mukanya ,  ada tanda  kecintaan dan kerinduan kita yang semakin  bertambah kepada  Allah dan RasulNya   .  
Kita bermohon semoga Allah SWT  memberikan kekuatan lahir batin pada kita semua, agar kita dapat meneruskan  amalan ramadhan  dan selamat serta bahagia fidunnya wal akhirat.
Ada ungkapan  dari Hojjtul Islam  Imam Al Ghazali, yang menyatakan   :  ” Yang jauh itu  adalah ”Waktu”  yang dekat itu ” Mati” , yang besar itu  ”Nafsu” , yang  berat itu  ” amanah” dan yang indah itu adalah ”Saling memaafkan ” , marilah kita   saling memaafkan diantara sesama, karena  tidak ada manusia yang mulia  kecuali minta maaf dan memaafkan  orang lain .
Akhirnya  kepada Allah kita mohon  petunjuk  ,  Tunjukkilah ya Allah  jalan yang lurus   yaitu jalan orang-orantg yang telah Engkau beri nikmat , bukan jalan orang-orang yang sesat dan   Engkau murkai, aamiin ya Allah yang Rabbal ’alamin.

Tuesday, May 7, 2013

Gambar Rencana Masjid Al-Muhajirin




Peletakkan Batu Pertama

 
Pembangunan Masjid Al-Muhajirin mulai dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 23 September 2012 ditandai dengan acara Peletakkan Batu Pertama yang dihadiri oleh Ibu Dra. Nurlaeli (Lurah Sekejati), Ketua RW dan RT di Lingkungan Masjid Al-Muhajirin, Tokoh Masyarakat dan warga RW. 08.

Dalam sambutannya Bpk. Ir. H. Arita (Ketua Pelaksana Pembangunan Masjid Al-Muhajirin) menyampaikan bahwa Direncanakan Masjid Al-Muhajirin akan selesai pada tahun 2013 atau sekitar 1 (satu) tahun dengan menghabiskan dana Rp. 1,2 M. Hal ini akan terwujud dan terealisasikan jika seluruh umat ikut berpartisipasi dan saling berkerjasama dengan berlomba-lomba dalam kebaikan.

Acara peletakkan batu pertama akhirnya ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bpk. Ir. H. Faozan diikuti dengan peltakkan batu pertama dan pemotongan tumpeng oleh tokoh masyarakat kepada ketua panitia dan ketua DKM Al-Muhajirin RW. 08

Masjid Al-Muhajirin Sebelum Dibangun





PENUTUP



Rencana besar ini  tentu memerlukan suatu niat  yang tulus dan sungguh-sungguh  sebagai bagian amanah  yang telah diberikan pada kita semua, semata untuk mendapat  ridho dan karunia  Allah SWT. 

Akhirnya hanya kepada Allah SWT kita  memohon  pertolongan  dalam melaksanakan  amanah  ummat yang mulia ini,  dengan berbagai  upaya dan kerjasama  yang baik dari semua  pihak yang  terkait.  Kami  Panitia yakin, Insya Allah semua yang kita  cita-citakan akan  terwujud.

Kepada kaum muslmin dan muslimat  kami mengharapkan  bantuan, partisipasinya, semoga  Allah SWT  memberi  kekuatan dan  kelapangan rizki  serta  limpahan  pahala disisi-Nya  ... aamiin.   

 

Bantuan zakat, Infak dan Shodaqoh/ jariyah dari Bpk/Ibu/Sdr/i baik berupa dana tunai ataupun bahan bangunan dapat menghubungi

Panitia Pembangunan/ Restorasi Masjid Al-Muhajirin RW. 08.

Contak Person:

Ibu Hj. Faozan (08179235648); H. Entang A.M (0811236356); H. Kodir (08122175808); Tata Wijaya (081394456345); Yudi (02292503712).

 

Atau dana dapat juga ditransfer melalui:

Bank Mandiri KCP Bandung Metro,

Rekening No. : 130-00-1236321-7 a/n Sri Iriani.Al Muhajirin

 

RENCANA ANGGARAN BIAYA


Dana / Biaya  pembangunan   bersumber dari :

  1. Dana  Kas DKM  Al  Muhajirin  RW 08 .
  2. Para Dermawan, Kaum Muslimim Muslimat baik dalam bentuk zakat, infaq, Shadaqoh Jariyah
  3. Bantuan  dari  lembaga /Institusi  baik pemerintah maupun  dunia  usaha yang halal dan   tidak mengikat .

 

Panitia Pembangunan/ Restorasi Masjid Al-Muhajirin

 
Pelindung
Drs. R. E. Suprijatna (Ketua RW. 08),  Ketua RT 01 s/d 08 di lingkungan RW 08
 
Penanggung Jawab
DR. H. Entang Adhy Muhtar, M.Si (Ketua Umum DKM Al Muhajirin)
 
Ketua Pelaksana
Ir. H. Arita
 
Wakil Ketua
Wienarno Djati, SH, MH.
 
Sekretaris
Prayudi, ST.
 
Administrasi/Koordinator Umum
Abidharma Seba, SH.
Bendahara Umum
Hj. Sri Iriani
Bendahara Proyek
Ida Deded
 
Seksi-seksi
Teknik
Ir. Santoso, Antung Firmansyah, ST, Ir. Hery Mulyana,
Nurdedi, BAE, Ir. Faisal, Ir. Asep Soleh,
Ir. H. Nugraha A. Sastrawinata, MT, Tata Wijaya.
Penggalangan Dana
Ir. H. Basuki Siswanto, MM, H. Abdul Qodir, Drs. H. Athaillah Baderi,
Ir. H. Oentoeng Santosa Dalil, H. Faozan, Nurkidin, SE, MM, Drs. Agus Sutisna
Drs. Empep Suwarman, Drs. H. Ahmad Yanto, Drs. Husni Thamrin, Drs. Iman, Poppy Sri Rejeki,
Hj. Dewi Atang Achyar, Fajar Hariadi
Humas
Nurkidin, SE, MM., Drs. Muhammad Haris Sudono, H. Sapri Suryana,
Bandi, Tito Karsito, Deni Romdoni, Ir. Azi Nurzaman,
Budhi Muljawan. Achadiat Nurhikmat, SSos.
Keamanan
E. Sutisna, Dady Kusdadi, BScF
Logistik   
Tata Wijaya, Ir. Azi Nurzaman, Kosim.

Mukadimmah


 
 

Pembangunan nasional yang sedang dilaksanakan pada hakekatnya bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur merata material dan spiritual.

Salah satu langkah yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk mewujudkan tujuan  tersebut terutama dalam pembinaan mental dan spiritual adalah dengan ditegakannya upaya yang terus menerus pembangunan sarana tempat peribadatan dan pendidikan yang dapat mengantarkan  masyarakat  yang religius dan berakhlakul karimah .

Sebagai tempat yang Agung dan sangat mulia, maka masjid seharusnya memang tidak hanya berupa sebuah bangunan, namun lebih dari itu masjid semestinya bisa menjadi pelindung dan menjadi ciri khas (Religius) tempat beribadah umat Islam khususnya bagi masyarakat, bisa menjadi citra  dan  tempat suci yang sangat di idam idamkan oleh seluruh umat Islam, bahkan masjid bisa menjadi tempat ternyaman dalam melakukan aktifitas ibadah supaya lebih khusyu’ beribadah dan syiar Agama Islam.

Sebagaimana dimaklumi bahwa  3 fungsi utama masjid yakni sebagai pusat ibadah, sebagai pusat pengembangan masyarakat dan  masjid berfungsi  sebagai pusat pembinaan  dan persatuan ummat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, sebagaimana dikemukakan oleh Dewan Masjid Indonesia, ada beberapa  langkah  untuk mengembangkan fungsi masjid  yakni  pertama,  mengembangkan pola idarah (manajemen), imarah (pengelolaan program)  dan ri’ayah (pengelolaan fisik/bangunan ), kedua, pengembangan dakwah, pendidikan dan perpustakaan, ketiga pengembangan ekonomi jamaah, pemberdayaan perempuan, remaja, pemuda  serta kepanduan, dan keempat pembinaan pengurus Dewan masjid dan pengkaderan bagi generasi muda masjid.

 Bertolak dari latar belakang  pemikiran  tersebut, maka kami segenap Pengurus DKM Al-Muhajirin, warga RW 08 dan seluruh Jamaah, merasa terpanggil dan mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan niat baik  yaitu  membangun/ merestorasi Masjid Al Muhajirin RW 08  agar lebih representatif  dalam memakmurkan masjid, meningkatakan  syiar Islam dan pengembangan pendidikan Islam.

 

LANDASAN QUR’ ANI DAN  HADITS  

 

1. Firman  Allah  :

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang–orang yang beriman kepada-Nya dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang  yang diharapkan termasuk golongan yang mendapat petunjuk ”  (QS Attaubah :18)
 

“Hai orang-orang yang beriman Jika kamu menolong (agama) Alloh, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan pendirianmu.”            (Q.S. Muhammad: 7).
 

Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan serupa sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, tiap-tiap bulir seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mangetahui.” (Q.S. Al Baqarah: 261).
 

 
  1. Sabda Rosululloh SAW :

” Barang siapa  yang membangun Masjid hanya karena mengharap ridho Allah, Allah akan membangunkan untuknya sebuah tempat yang serupa  di surga “    
( HR Bukhori)

      "Allah pasti akan membangun sebuah Istana di Surga bagi orang yang membangun Masjid untuk beribadah dengan harta yang halal. Bahan bangunan Surga itu terdiri dari batu permata dan berlian."    (HR.ath-Tabrani).
    
    
     “Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka putuslah semua amal perbuatannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah (termasuk membangun masjid), ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan kedua orang tuanya”. (HR. Muslim)
  

C.  TUJUAN :

  1. Terbangunnya sarana Masjid yang representatif  baik dari segi  estetik, fungsi  maupun  pemanfatannnya.
  2. Meningkatkan kemakmuran masjid  baik  sebagai sarana  ibadah, da’wah  dan pendidikan, sosial  dan  ekonomi .
  3. Terwujudnya  sistem  pengelolaan (manajemen) masjid  dan pendidikan  yang berbasis  pada pelayanan ummat
  4. Mampu memberi kontribusi  pada pengembangan ukhuwah islamiah,  pembangunan spriritual dan intelektual  di  lingkungan  kompleks Margahayuraya  kota  Bandung .
  5. Meningkatnya  program kegiatan ibadah rutin, dakwah, muamalah  baik  shalat berjamaah, majlis taklim dan kegiatan pendidikan. 

Monday, May 6, 2013

Profil Masjid Al-Muhajirin


 
1.      Nama Masjid        : Masjid Al-Muhajirin

2.      Alamat                  : Jl. Neptunus I Blok KII No. 54 G RT. 02 RW. 08       
                                        Komp. Margahayu Raya Barat 40286

Kelurahan              : Sekejati

Kecamatan            : Buah Batu

Kota                        : Kota Bandung

Provinsi                  : Jawa Barat

No. Telp.                : (022) 751 4651

3.      Tahun Pendirian   : 1984

4.      Status Tanah         : Fasilitas Sosial

5.      Luas Tanah            : 700 m2

6.      Bank                        : Bank Mandiri, KCP Bdg Metro

7.      No. Rekening          :130-00-1236321-7  a/n. Sri Iriani.Al Muhajirin